Selasa, 21 Juli 2009

Dongeng bersama Kak MAL




Rabu sore, tepatnya pukul 16, para murid MAYD Nuurul Amal, telah berkumpul di Masjid Nuurul Amal untuk seperti biasanya mengadakan pengajian di Masjid nurul Amal. Namun berbeda dengan hari biasanya, sore itu MAYD Nurul Amal kedatangan Kak Muhammad Abdul Lathif yang lebih akrab disapa Kak MAL yang telah siap dengan boneka-nya untuk menghibur adik-adik dengan dongeng Islami yang dikemas dengan sangat menarik dan memiliki nilai Islam yang mulia.
Adik-adik pun dengan riangnya menyimak dongeng yang disampaikan, sesekali mereka tertawa melihat ekspresi mimik yang lucu, dan sesekali mereka menitikkan air mata ketika kak MAL menceritakan kisah sedih dengan ekspresi yang sangat baik. Kak MAL pun tak hanya menghibur adik-adik murid MAYD, namun juga para orang tua yang menghantar adik-adik juga kami para pengajar yang menemani adik-adik.
Setelah menyampaikan dongengnya, kak MAL menyampaikan kuis kepada Adik-adik dan memberikan hadiah buku kisah dongeng bagi adik-adik yang bisa menjawab, sehingga adik-adik makin semangat dan ceria dengan kehadiran kak MAL.
Setelah mengisi Dongeng di MAYD Nurul Amal, ba'da maghrib kak MAL kembali hadir menemani adik-adik MAYD Al-Hidayah yang berlokasi tidak jauh dengan Nurul Amal, kak MAL pun kembali menunjukkan kebolehannya dalam bercerita. Hingga sekitar 70 adik-adik AL-Hidayah tertegun memperhatikan semua ekspresi yang disampaikan oleh kak MAL dalam bercerita.
Alhamdulillah dengan kehadiran kak MAL, adik-adik semakin termotivasi untuk mengaji dan dapat menyerap nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Kepada kami, kak MAL pun menyampaikan bahwa media cerita atau dongeng akan mudah diterima oleh adik-adik yang masih memiliki daya imajinasi yang tinggi. Saat ini, sudah banyak media-media yang memvisualisasikan hal-hal yang kurang baik untuk psikologis anak, sehingga orang tua dan para pengajar dituntut untuk kembali meluruskan pemahaman yang kurang baik yang diserap oleh putra-putri maupun anak didik mereka. Maka Dongeng atau cerita-lah yang menjadi media yang tepat. Yang mudah diserap dan diterima oleh pikiran adik-adik yang masih polos dan memiliki daya imajinasi yang tinggi.

Tidak ada komentar: